Jumat, 15 April 2011

KAMUU???

Tuhan menganugerahkan tangan untuk aku menulis..
Tuhan menganugerahkan kaki untuk aku berjalan..
Tuhan menganugerahkan mulut untuk aku berbicara dan bernyanyi..

Tuhan menganugerahkan kedua orangtua untuk aku hormati dan sayangi sepanjang hayatku..
Tuhan menganugerahi aku sahabat untuk mendengarkan keluh kesahku..
Dan, Tuhan mengaugerahi kamu untuk aku cintai...

pertanyaannya : " siapakah KAMU dalam konteks kalimat terakhir diatas???"
jawabannya : siapapun dia, yang bisa menerima aku dengan seluruh hal yang Tuhan anugerahkan padaku dan seluruh kekurangan yang Tuhan berikan untuk jadi pelengkap kelebihanku... mungkin dia, atau anda yang sedang sibuk membaca tulisan ini...
Dan mari kita serahkan pada waktu...
Dan aku setia menanti dan memohon agar waktu segera berpihak padaku untuk mau menunjukkan siapa "kamu" yang tepat itu...

Maka, berhati-hatilah dimanapun anda berada bisa saja andalah yang menjadi target operasi sayaa..hahahhahahaa.. :D :D :D

Selasa, 12 April 2011

PESAN PADA TUHAN, UNTUK BUNDAKU...

Haloo Haloo Haloo para shantiers dimanapun kamu berada (jelek banget ga namanya shantiers??)
mungkin anda yang ada disana yang ada disini semua ikutt bernyanyiii heeeyy...
kangen sama postingan sayaa? maafkan sayaa yaaa fans, beberapa waktu belakangan jadwal konser dan jumpa fans membuat saya kehabisan waktu untuk sekedar membagikan kebodohan yg saya alami, banyaak cerita menarik sebetulnya hanya saja waktu kurang bersahabat sama kita.. Semoga suatu saat waktu selalu memberikan kesempatan agar saya selalu bisa memuaskan para fans saya lewat tulisan kebodohan2 saya.. amiin..

well, kata pengantarnya sudah cukup..
saya bingung mau cerita apa, dimana, bersama siapa, berbuat apa (????)
minggu lalu adalah minggu berat yang harus dilewati, tanya kenapaa? karena itu adalah minggu ujian... hmmmmm.... otak langsung panas, kaya steak di atas panggangan...
keluar ruang ujian muka pucet pasi, mata cekung, tekanan darah turun drastis, yang paling parah adalah nafsu makan meningkat (yang ini kok ga nyambung yah)...
but, yaaa namanya juga idup kan suka ga suka, mau ga mau kudu harus wajib tetep dilewati... dan saya mampu :) yeeeesss!! *mampu doang dilewatin,hasilnya mah tau amat deh :D*

Dalam kesempatan kali ini saya ingin sekali mengucapkan selamat ulangtahun untuk bunda saya tercinta (dari curhat mslah kuliah dan kesibukan ga penting ujung2nya bahas bunda) yaa sebetulnya sih emang ini maksud dan tujuan postingan saya kali ini.. hehehehe...

tgl 10 April kemarin Bunda saya yang mengandung, melahirkan, dan membesarkan saya dengan sejuta cinta kasih sayang dan kasih duit bertambah usianya...
Subhanallah, Terimakasih Tuhan sejauh ini Engkau masih memberi Bundaku kesempatan menemani perjalanan panjang hidupku, memberikan kesehatan pada beliau, dan memberikan rejeki dan kenikmatan yg akhirnya juga aku rasakan.. Terimakasih banyak Ya Tuhan, dan semoga kebaikan ini akan terus bertambah di Usia beliau yang sekarang..
Sudah bukan muda lagi bagi seorang wanita berusia 59 tahun, namun raut wajahnya tidak sedikit pun menyiratkan keletihannya menjalani tiap langkah kehidupannya.. Memikul beban yang tak ringan, dan bersabar atas semua tanda tanya ini...

Aku sayang Bundaku.. Terimakasih untuk segalanya yang engkau berikan, dan tak mampu aku gantikan...walau seumur hidup ku abdikan sekalipun. Ini bukan masalah rupiah, tapi ini masalah perasaan...

Terimakasih untuk Air susu yang aku minum selagi aku hanya bisa menangis, trimakasih untuk setiap detik yang engkau luangkan untuk menemani tidurku, dan terimakasih atas tetesan keringat yang mengucur untuk mencuci seragam sekolahku..

Aku sayang bundaku... Aku sayang papapku...
Dan mereka adalah anugerah paling indah sepanjang hayatku...

Selamat ulangtahun bunda, doa terbaik selalu ku mohonkan pada-Nya untuk setiap langkahmu...
Dan aku sangat beruntung memiliki Orangtua seperti mereka, mereka hebat... Melebihi siapapun, mereka baik melebihi apapun, dan mereka kuat berada dimanapun.. dan aku Bangga :)

Minggu, 03 April 2011

MENGENANG 4 TAHUN LALU #PART 2

Sedikit tidak menyangka bisa berada disini, tanah tertinggi di Jawa Barat. Rasa bangga dan haru membuat gw nyaris meneteskan air mata tapi gw tahan, ahhh nelpon bunda ahh memberi kabar baik ini kebetulan di Puncak Ciremai ada sinyal lalu adalah perbincangan ini :
G : "Ass. bunda aku udah sampe nih alhamdulilah"
Bunda : "Sampe mana sih?"
Gw : "Puncak Ciremai lah, kan kemarin pamitannya gitu"
Bunda : " Oh, yaudah ah jam berapa sih ini udah gangguin tidur orang aja"
JLEK telpon gw dimatiin bunda -_________-
remuk deh hati gw ,huhuuhuuu.. nyokap ini antara sadar apa engga di telpon gw yah.. astajim -__-
Tanpa berlama2 kami langsung turun karena kabut semakin tebal menyelimuti.. makin remuk hati gw!!
akhirnya tanpa makan kami langsung packing dan mulai turun.Terbayanglah perjalanan turun, melewati tanjakan2 kemarin dalam versi menurun sekarang. Huaaaaaa,,sumpaaaah deh jalan udah ngegang2 kaya abis di sunat. Sakit semua kaki, badan pegel. Beban ga kurang pula, kan rencana awal emmang 4 hari ternyata bisa kami kebut semalam saja. hahaha.. dengan konsekuansi badan remuk redam. berbagai gaya kami coba menuruni Turunan2 sialan ini, dari jalan, ngerangkak, nyerosot, sampe saking keselnya carrier di lepas dan dibanting biar guling2 sendiri saking stres n snewen.. hahahaa..
semua celotehan dan makian keluar dari mulut kami, ditambah lapar dan malas memasak.. Ingin cepat sampai pemukiman pinta kami!
Tengah hari kami sampai dan hp kunyalakan lagi, tiba2 sms bundaku masuk "naa, tadi subuh nelpon apa engga yah? dimana sekarang? bunda kaya mimpi di telpon kamu".. Kreeeeeek jleb jleb jleeeb, apaaaaaaaa bundaaaaaaaaa!!!!!!! gw telpon bunda sekali lagi membereskan masalah ini... -____-
Berkejaran dengan waktu kami tak ingin membuang waktu dan segera turun agar keburu naik kereta dan tak mau mengulangi kesalahan awal perjalanan.
Ternyata keretanya pun tak ada, haiiissssh. naik bis lagi dan kami ditipu, perjalanan macam apa ini.. Kenapa setiap perjalanan ada saja kejadian bodoh. aduuh...
naik bis lg dengan sisa uang kami, bener2 pas dan tidak tersisa seribu pun. :(
pendaki keree...
di bis lapar setengah mati, kami belum makan apapun selain snack2 dijalur pendakian.. masih ada sisa logistik yaitu roti alhamdulilah tapi pas liat tgl kadaluarsa sudah lewat 2 hari. Tanpa pikir panjang kami makan saja roti itu, kasian anaconda peliharaan dalam perut. Makan roti itu bikin seret dan kami ga punya minum, mau beli ga ada duit!!! SHIIT. gepeng akhirnya nemu aqua di bawah kakinya, entah air mineral beneran apa air kencing apa air mata kan ga ada yg tau, dr pada seret dan mati keausan kamu minum aqua itu. semoga org yg buang air itu ga penyakitan ya Allah (doa kami). Perjanjiannya bis ini sampai Bogor jd kami ga perlu keluar ongkos lg dan ternyata kami diturunkan di terminal Pulo gadung, calo2 sialaaaan. Ga punya duiiiit :((
waktu itu pukul setengah 2,kami jadi gelandangan di Jakarta. Hp mati smua (iduppun percuma ga ada pulsa semua) bongkar2 keril ternyata gw masih punya duit recehan (ini bener2 receh berisi seratusan dan 5 ratus rupiah). alhamdulilah niat gila untuk jalan kaki sampe Bogor ga jadi terlaksana. Dengan uang ratusan perak itu kami naik kereta sampe Bogor dengan lebih dulu jalan kaki dan gembel2an di sepanjang Jakarta untuk sampe stasiun kota.
Perjalanan ini bener2 gilaaa.. dan lebih gila lagi setelah itu gw ga masuk sekolah beberapa hari gara2 jalan gw ngengkang, tidur tengkurep dan ga mandi akrna males. Remuk badan!

Ingin rasanya mengulang perjalanan kesana lagi, mungkin besok, lusa atau entah kapan. Tapi yang pasti 3078mdpl cukup membuat gw tertawa setiap kali gw ingat perjalanan itu..
:D

MENGENANG 4 TAHUN LALU # PART 1

Mengenang kejadian 4 tahun yang lalu, membuka sekuat tenaga lapisan otak yg agak dalam untuk bisa mencurahkan tulisan2 ini..
Waktu itu 4 Mei 2007.. Gw, Rizky Hadiansyah (Gepeng), dan Teguh Arifin (Kuntet) mulai meninggalkan kota Bogor pukul 13.30 dan sekitar pukul 16.00 tiba di Stasiun Pasar Senen JKT yg merupakan tempat kami akan naik kereta yg akan membawa kami sampai kota Tujuan = Cirebon! Alangkah kecewanya kami saat melihat jadwal kereta menuju cirebon berangkat sejam sebelum kami tiba disini dan kereta lain yg bisa membawa kami ke Cirebon baru brangkat pukul 21.00. Sambil ngemper dipinggir stasiun kami mutar otak bgmana cara kami bisa sampai disana, tiba2 ada seorang bapak paruh baya yang "nimbrung" dengan percakapan kami bapak tersebut juga sudah beberapa kali naik ke gunung ciremai dan kami diberi saran untuk naik bis saja dari jkt menuju cirebon. Akhirnya kami memutuskan naik bis setelah menunggu selama 3 jam dan membayar tiket seharga 35ribu rupiah. Bis penuh sesak dan melesat dengan kecepatan tinggi melewati lingkar pantai utara. Pukul 02.00 dini hari sampailah kami diperempatan Linggarjati,sepi dan tak ada angkutan apapun untung ada ojek setelah bernego harga kami memutuskan naik ojek sampai ke Pos Pendakian. Kebetulan sekali ada beberapa pendaki dari Karawang yang jg akan melakukan pendakian. Kami memilih langsung tidur karena perjalanan tadi jg membuat kami sangat letih.
5 Mei 2007 pukul 06.00
Tmn2 dari karawang sangat sibuk dan gaduh membuat kami jg terpaksa membuka mata yg masih sepet ini.. Kami pun tidur lg sampai pukul 07.00 lalu mandi dan langsung packing. Setelah mengurus seluruh perizinan pendakian kami brangkat dan sebelumnya mampir untuk sarapan karna semalaman pun kami sangat kelaparan. Ada sebuah warung kecil di dekat pos pendakian Nasi Hangat, telur ceplok ditambah tahu dan tempe goreng sangat mewah untuk kami makan pagi ini. Pukul 08.00 : WELCOME TO THE JUNGLE.
Udara sejuk kota Linggarjati dan matahari pagi mengantarkan perjalanan kami, sapa ramah para warga sekitar yg sdh memulai kegiatan mereka bercocok tanam semakin memberi kesan dalam perjalanan kali ini.. Ini emmang bukan kali pertama gw melakukan pendakian, dan bukan pertama kali jg mendaki bersama 2 sahabat gw ini.. Cukup sering kami melintasi terjalnya bebatuan dan rimbunnya pepohonan bersama dan membuat kami cukup saling memahami satu sama lain. Kami hanya bertiga, mungkin agak aneh terlebih karena aku wanita seorang diri dan saat itu aku masih berseragam putih abu..
40 menit kami tempuh sampai pos I(Cibeunar) yg merupakan sumber air terakhir, kami istirahat dan mengisi perbekalan air untuk keperluan pendakian kami beberapa hari kedepan.. Saat itu saya masih sanggup menopang carrier dan membawa seluruh perlengkapan sendiri, nah sekarang? jalan bawa badan aja berat. hehehehe...
gepeng mulai bergelagat aneh, wah ada yg tidak beres.. maklum semalam istirahat kami kurang cukup jadi agak sedikit terhambat. Tapi tak masalah kami pun melanjut. Pos II (Leweung Datar) kami lewati dan melesat ke Pos III (Condong Amis) ada sebuah gubug dan akhirnya di pos ini kami memutuskan Istirahat melihat gepeng yg sudah akut ngantuknya. ketiga sedang istirahat ada polhut yg sedang patroli lalu kami ditanyai ini itu dan diperiksa surat2 kelengkapan. Polhut2 itu menceritakan bahwa Taman Nasional Gunung Ciremai sedang tutup untuk kegiatan pendakian. Kami dipaksa turun dan tidak boleh melanjutkan pendakian,dan TIDAK MUNGKIN kami turun akhirnya kami nekad dgn segala cara paksa kami. Perjalanan dilanjutkan dengan ocehan2 dari mulut gepeng.. Entah dimana kami berada, perjalanan ini panjaaaaaaang sekali rasanya.. seperti tanjakan tanpa ujung. Semua medan menanjak dan sangat curam, butuh kehati-hatian ekstra kalau tidak mau mengelinding jatuh.. Tanjakan binbin, tanjakan seruni kami lewati sekuat tenaga.. sulit sekali rasanya apalagi siang hari ini semakin terik dan haus sedangkan kami harus menghemat persediaan air. Kami putuskan makan siang dengan menu mie rebus hadooh mulai dengan pola hidup tidak sehat ini. hehehe..
Tanjakan apaa ini astaqrirullah nyaris tanpa bonus, istirahat pun di tempat yg curam.. Pantas saja dari namanya pun kelihatan sangar : Tanjakan Bapa Tere disini ada sebuah in memoriam, bulu kuduk merinding dan memutuskan langsung jalan walau rasanya sendi2 kaki sudah nyaris copot. Masuk ke pos Batu Lingga ada tempat lumayan datar untuk membuat camp tapi rasanya tanggung dan kami memutuskan untuk berjalan lagi. Kondisi badan makin tak jelas, malam pun semakin memperlambat perjalanan kami. Angin menyapu dan memuat kami kedinginan. Kuntet mulai tepar di perjalanan menuju pangasinan. Ayoooo sedikit lagi kita ngecaamp! Istirahat di jalur sambil melihat pemandangan yg Indah luar biasa, tidak terbayar dengan nominal berapapun. Bukan rupiah yang membuat kami mau melakukan perjalanan yg menurut org lain hanya membuang waktu, tapi kepuasan dan kebutuhan :)
Susah payah kami sampai di titik ini, rekan2 dari karawang juga ada. kami membuat tenda agak berjauhan malas juga rasanya untuk tidur malam ini diganggu lagi. Pangasinan merupakan pos terakhir. Menurut sejarah, pada masa pendudukan Jepang, pengasinan merupakan tempat pembuangan tawanan perang. Mungkin karena itu pada malam malam tertentu, sering terdengar suara jeritan atau derap langkah kaki para serdadu jepang. Dari daerah yang cukup terbuka ini, pendaki dapat menyaksikan bibir kawah yang cukup menakjubkan. Diperlukan waktu satu jam dengan melewati bebatuan cadas dan medan yang tetap menanjak, bahkan harus setengah merayap, untuk sampai di puncak. Dan pada keesokan hari pukul 5 pagi kami melakukan summit attack dan gw berhasil jadi orang dan wanita pertama yg sampai puncak sebelum akhirnya rombongan kawarang dan 2 sahabat saya menyusul. Kabut menyelimuti kawah Ciremai yg membuat pemandangan sedikit mengecewakan, tidak ada foto yang maksimal maklum kala itu boro2 kamera digital buat ongkos naek sama logistik aja palak sana sini, hehehe.. masih kere, yaa walaupun sekarang pun sama saja sih.hehehe..

Jumat, 01 April 2011

1 April 2011

Dentingan air dari langit membangunkan tidur siangku..
kutarik selimut dan kembali bermimpi..
rasanya aku berada dirumah..
di tempat biasa aku mendengarkan rintikan hujan seperti ini..
balkon belakakang rumah beserta pisang goreng dan secangkir kopi tidak manis menemani..

ahh hujan ini menyebalkan!
membuat aku merasa bersalah tidak disana lagi, bersama gorengan...
mengingatkan aku pada kotaku..
mengingatkan aku pada sebuah perjalanan panjang hidupku..
dan mengingatkan aku akan keromantisan kisahku...

kubayangkan saat ini aku didekapnya..
dekapan hangat yang selalu memberi kedamaian..
dan lagi lagi ku sadarkan diri.. aku bermimpi..

Aku rindu pada guyuran hujan dalam sebuah pertemuan singkat waktu itu..
Aku rindu pada air yang mengalir disekujur tubuhku bersama mereka..
dan Aku rindu makan pisang goreng berselimut polar putih kesayanganku..